Rabu, 13 Januari 2010

podinga return

podinga sampai ke rumah dengan barang bawaan yang banyak.... ia
memanggil anaknya , Punaro, Pikansa, nama mereka memang aneh... seaneh
keluarganya..
horeee ayah pulaaang
keluarga kecil itu menyambut kepulangan ayah mereka bak pahlawan yang
membawa berita gembira .. pembebasan dari penjajahan kemiskinan....
Lihat! Ayah bawa pulang apa nak....
seperti pulang merantau dari negara entah berantah, ia membawa oleh2
yang sangat beragam...... kedua anaknya berkerumun manja di pahanya,
tak terasa perihnya walau sedang terluka....anak2nya adalah obat yang
mujarab bagi Podinga.
ia mengeluarkan oleh2nya... tempat pensil itu dari toko buku mana,
tas itu dari warung mana, boneka itu dari toko mainan mana.... dan
semua hasil curian

anak2nya selalu bahagia menyambut kepulangan ayah mereka... pasti
membawa oleh2 yang menyenangkan... tak tahu dari mana asalnya. mereka
tahu ayahnya seorang pahlawan pemurah, mirip robin hood di jamannya.

Namun kebahagiaan anak2 itu tak sebanding dengan kebahagiaan podinga
melihat ekspresi mereka. akulah ayah paling bahagia! ketika melihat
anak2nya mengucapkan terima kasih dan mencium jidat podinga. ia memang
membiasakan saling mencium kening... kasih sayang terlihat lebih
mengayomi...

buat anak kesayangannya yang terbaring sakit lemah ia bungkuskan oleh
oleh boneka cantik yang besar dan sekaligus jadi bantal. Pirana hanya
tersenyum. ekspresi itu lebih ke senang melihat kembali ayahnya
ketimbang melihat hadiah pemberiannya.
karena tumor yang kian membesar di lehernya anaknya ini belum bisa
bicara hingga umur 4 tahun. boneka itu ia geletakkan begitu saja..
menghampiri ayahnya.. mengelus luka ayahnya yang sudah biasa,
kecelakaan kerja alasan podinga.... pira lalu mencium keningnya.
seakan mengatakan... ayah pira tak usah hadiahnya, yang penting ayah
pulang tiap hari dalam keadaan sehat.



Pira bahagia?! tanya Podinga
Pira mengangguk tersenyum memperlihatkan gigi ompongnya.
Podinga tercekat haru melihat ekspresi bahagia anak2nya.... ada
menyelip dalam hatinya.... kalian harus bahagia.

asal usul barang yang entah curian atau rampokan dari mana bukan
urusan anak2ku, kalau ada yang harus berdosa atau masuk penjara di
neraka manapun aku bersedia asal anakku bahagia.. kasihan mereka ..,
tak usah kau tahu dari mana wahai manusia kecilku.... cukup kau
nikmati.....

ibu Penia menatap simpati dari balik pintu.... sosok ibu yang melewati
usia kritis 66 tahun yang masih bugar. Ibu ini tinggal bersama anak
bungsunya, Podinga.. anak yang lain ada ada di perantauan....
Ibunya yang mengetahui semua gerak gerik anaknya hanya bisa mendukung
dengan menjaga anak2 podinga, cucunya.. paham. iapun mantan pencuri..
namun sudah tobat...
saatnya kini anaknya yang punya giliran mengobrak-abrik harta yang
harusnya keluar dari kantong mereka secara paksa..
kantong mereka yang mungkin zakatnya kurang..,
kantong mereka yang menganggap harta adalah segalanya..
kantong mereka yang diberi ujian kesabaran berupa kehilangan harta
kantong mereka... yang diuji dengan rasa iklhas hingga diganti dengan
yang lebih baik.

jenis pencuri berfilosifi . bahwa dosa diciptakan untuk dilakukan..
mereka ini lah pelaku dosa2 itu. bahwa mereka diutus untuk menjadi
bahan ujian di dunia... waktu pembagian peran merekan kebagian peran
antagonis karena tak ada yang mau mengambilnya... tapi drama harus
tetap berlangsung.... , maka inilah kami.. lahir menjadi parasit...

entah hidayah macam mana yang mereka butuhkan... semua orang ingin
menjadi makhluk baik dalam eksistensinya. tak ada yang mau memilih
peran ini... lalu jika tak ada kegelapan, tidak ada yang namanya cahaya.
mungkin malaikat itu ada untuk membantu manusia melakukan pilihan....
karena di sana ada iblis.... iblis yang memilih untuk menjadi alat
penguji keimanan. mereka inilah pembantu2nya.
lucu juga hidup ini. semua pos peran haruslah di isi... tak mungkin
semua orang baik.... kami2 inilah yang menyeimbangkan ekosistem alam...
ibunya yang terobsesi menjadi ahli
filsafat pencuri ini menggeleng mengenyahkan pikiran anehnya.... ini
adalah jalan hidup. pilihan.. semoga podinga baik2 saja ke depannya...
asal jangan di penjara...walau resiko namun sedapat mungkin mereka
tidak terjerumus ke dalamnya.

sambil mengecek dompet2 hasil curian podinga ia menyeleksi uangnya,
ini tugasnya.. podinga tak suka pusing masalah uang..
Ia menyisihkan 30 persen untuk ditabung, 20 persen untuk dibelanjakan
30 persen buat disumbangkan... dan 10 persen operasional podinga
mencakup ongkos buat pengiriman kembali surat2 berharga di dompet itu
ke alamat masing2... mereka tahu persis, pasti pemiliknya lebih
mementingkan surat2nya daripada uangnya... mengingat birokrasi di
negara ini yang agak ribet jika mengurus kembali... harus ada surat
keterangan hilang lah.. padahal hilang ya hilang... kok pake surat
segala.....
empati yang unik dari otak tukang copet.
setelah semuanya selesai Ibu Penia menyiapkan air hangat buat anak
kebanggannya. ia bangga karena pencuri sekelas Podinga ternyata
bekerja hanya untuk anak... istrinya yang sudah mendahului sejak
melahirkan Pirana tak tergantikan oleh wanita lain... entah sibuk atau
setia.. namun ia bangga anaknya memilih setia.
segala praktek pencurian yang paling halus dan paling kasar telah ia
ajarkan pada podinga..... ia tak pernah khawatir anaknya akan
tertangkap... ia hanya khawatir, Tuhan sewaktu2 mengambil mereka dalam
keadaan cucunya belum sembuh... prioritas utama saat ini.

setelah mandi dan mendapat perawatan oleh ibunya atas bekas luka2
sewaktu tabrakan kemarin , sejenak mereka bercengkrama.. ia bercerita
tentang mangsanyanya tiga hari belakangan. terakhir nona loyanda yang
kelihatannya mentereng namun uangnya hanya 50 ribu di dompet mewahnya.
podinga kasihan dan mengembalikan sisanya.... mereka mentertawakn
dokter itu... ia dan ibunya selalau membahas cerita2 dan manusia2
menggelikan dibalik aksi mereka. itulah hiburan mereka di malam hari..
saling membagi cerita. dan pencuri yang paling dikagumi Podinga adalah
ibunya sendiri... wanita kuat namun tenang. sangat percaya diri serta
tak pernah ada takut. cerita2 itu mereka ulang dengan kadar kelucua
yang sama sewaktu aksi mereka dijalankan.
seakan mereka adalah tokoh di film komedi yang mereka mainkan.

Podinga tertidur dengan senyum di bibirnya yang kecoklatan oleh asap
rokok. dalam mimpinya ia dimarahi anaknya yang sedang sakit.... ketika
melihat istrinya di alam sana, ia pun terbangun....terasa sangat
nyata. istrinya menangis menatap podinga... sejak itu ia tak bisa
tidur pulas lagi sampai pagi....


fin

Read More......

Senin, 04 Januari 2010

nome feat aurona

masih ingat Nome...?!
sekuel ke sekian #paradeparashit...

---------
Sebulan kemudian....
---------

Hujan sesaat menimbulkan kubangan di pinggir jalan...
Lalu datanglah menelikung mobil truk 12 ban melindas genangan air itu....
Terlambat menghindar, percikan air yang tidak jernih itu mengenai seorang gadis yang baru saja keluar dari taksi
cipakkk *bunyi cipratan air*

'heiiiiiiii hati2 donk ... punya mata gak sih loe...! huhhh! sialan....!!!!'
sambil memperbaiki jilbabnya yang miring kesana kemari Nome yang tadinya ingin berpenampilan alim kalem itu kini kembali ke asalnya.
Ngomel pun kesana ke mari.

Pakaian rapihnya kini ternoda oleh bintik2 air coklat yang sangat terlihat karena pakaian putih.

'haduuh gimanaa ini, masak saya harus pulang lagii, pengajiannya kan sebentar lagii.. aahhhh sialaaan knapa sih pengendara mobil itu gak disekolahin duluu sebelum dapat sim ABCDE..?!'

Nome mengumpat lebay sendiri sambil menepuk2 percuma kotoran yang menempel di bajunya.
Iya percuma ditepuk itu kan bukan debu!

'Mana bau lagi!!!' sambil sesekali mencium tangannya..

'Kenapa dik..?!'
seorang wanita separuh baya berkerudung putih menyapanya...

Nome menoleh, siap meneruskan kata mutiaranya...ada wadah.
'ohhninini bu supir truk yang lewat tadi main sambar aja kubangan jalanan.
kan jadi keciprat buu kotor nih iih jijay banget'

Ada nada merajuk manja pada seseorang yang belum di kenalnya.

'Oohh iya ini kan tengah kota kok bisaa sih truk sejuta ban itu melintas disini.. kegap polisi tau rasa loe!!
huhh gattau aturan!'
'cilakaa!'
Nome sangat kesal smpai diubun2..

Wanita cantik berkerudung putih itu yang sedari tadi tertarik dengan gadis spontan ini menyela.....

'Istighfar dulu dik, Astaghfirullah...
mau ke pengajian pak petua bukan ya pakain pakai putih-putih begini...?!
perbaiki niat dan bersihkan hati.
juga pakaian..'
'Kenalkan saya Aurona...'

Nome menyambut tangan lembut itu.. namun jabatan tangannya kuat.
Sosok wanita yang tegar namun feminin sekilas terlihat.
Ia melongo sedikit terpesona pada wanita di hadapannya hingga lupa menyebut nama.

Aurona tersenyum bijak.

'Adik ini mau ganti baju? Saya ada baju bersih di rumah... Putih juga sepasang... mungkin agak longgaran sedikit, kalau bersedia kita masuk ke dalam dulu.?!'

Tanpa menunggu jawaban, ia membuka pagar 6 meter dari lokasi Nome terkena cipratan air.

Rumah Aurona tepat di hadapannnya. bersahaja dengan tanaman terawat. Berbagai bunga dan pohon buah yang hanya dilihatnya di Mekarsari tumbuh terawat di halaman depan. Pemandangan indah di tengah kota semrawut.

'Bu, Ibu kok mau saja membawaku masuk, belum tentu kan sy orang baik2..?!
kok mbak , eh ibu nekad sih..?!
jangan sembarangan bu,...'

Nome berjalan cepat mengikuti
langkah panjang aurona yang ternyata gesit juga... Cirikhas orang aktif.

Nome cuek pula...memanggilnya bergantian mbak, ibu, mbak, ia belum tahu formula sebenarnya.
Panggil ibu ketuaan , mbak agak gak pantas... nama saja lebih tak sopan.

Umurnya sekitar 40an tahun prediksi nome. Cantik dibalik kerudung putih panjangnya.
Pancaran matanya tajam dan tegas hingga membuat orang lain ikut apa katanya.. Nome ikut mengekor. Padahal ia tak mengenal Aurona.

Nome kembali berceloteh
'Jangan karena lihat saya jilbaban ibu pikir saya wanita baik2,
banyak penipu berkedok lho di luar sana, apa susahnya coba membeli kostum seperti ini biar disangka wanita baik2...
ada malah pencuri, penyelundup narkoba.. pokoknya macam2 mbak... nonton tivi kan? penampilannya malah lebih alim dari ini.
Saya mah masi belum permanen bu Auro ... ntar juga kalau selesai pengajian saya lepas...
Gerah...belum sanggup.
masih pemula.
Eh pokoknya jangan gampang lah percaya sama orang mbak.' eh ibu.. aduh panggil apa sih bu Aurora..?! *salah lagi*

Bukannya berterima kasih dulu, Nome malah berceloteh dan sedikit mengomeli sang penolong...

Namun omelannya berhenti pada sosok foto di dinding, semasuknya di ruang tamu. Nome terpesona ketika pintu membuka...
'Itu siapa bu..?!'

Foto dinding di foyer itu ternyata lukisan.. seakan menyambut kedatangannya... Sangat nyata menyerupai asli.. di sana berdiri seorang pemuda gagah, mirip raja2 dulu, memakai keris dan pakaian jas tutup..
Tatapan matanya hidup dengan senyum segaris penasaran bak monalisa di louvre...
Keseluruhannya mempesonakan nome... Magis.

Aurona yang belum juga menjawab pertanyaan pertama dan sudah disambung prtanyaan berikut hanya senyum menatap.
Sudah biasa terjadi.
Ia lalu masuk mengambil pakaian bersih.

'Eeh bu kok masuk aja mbak Auro ini .... gimana kalau saya perampok..!! Pas mbak keluar isi ruang tamunya sudah ludes..?!
huhh dikasi tau malah cengengesan aja nih ibu gimana sih'
Matanya tetap melekat di lukisan itu selagi berbicara tak beraturan.... masih juga berargumentasi

Didikan sopan santun Nome memang sedikit gagal, ditambah dengan kemanjaan anak tunggal yang dibiarkan ngomong seenaknya di rumah. Tak ada yang menegur karena memang tak ada penegur.
Ibu yang sibuk bolak balik rumah sakit mengurangi kuantitas pertemuan mereka, pun ayah yang sibuk dengan ibu tirinya semakin membuatnya gadis sinis dan ceriwis.

Aurona keluar dari kamarnya dengan sepasang pakaian putih bersih dan tissue basah yang diserahkannya pada Nome.
'Ini dik...Nona.. ?!
Aurona belum mengetahui namanya

'oh Nome nama saya Nome mbak Aurora...'

'its Aurona dik Nome...' Wanita ini cukup sabar menghadapi letupan-letupan Nome.

'Nome sendiri kenapa mau saja masuk ksini.. kan blm mengenal saya.. bisa jadi sy penghipnotis kan. sekeluarmu dari sini uang di dompetmu habis sy kuras...'

eew Aurona rupanya memiliki imajinai lebih liar dari nome.

Ia melanjutkan argumennya
'Tapi nggak kan, kita saling percaya, itu karena perasaan... Filing.
manusia bertindak jangan terlalu banyak mengandalkan logika.'

'Adik ini pasti gadis baik, pikir saya.. bukan karena kamu berjilbab..'

'iya tapi kan..'
nome siap menjawab balik

'silakan Nona masuk kamar mandi buat ganti baju, kalau perlu mandi sy tambahin handuk kering.'
Aurona menyela, Nome sepertinya hobi berdebat... dan ia tidak sedang punya banyak waktu.

Pak Petua sudah mengabarinya, ia menuju lokasi, mushola samping rumahnya.

'Nome bu bukan nona...' protes lagi

'oh iya...'
Aurona menyerahkan handuk kering...
'Panggil saya mbak saja'

'Tak perlu bu, cukup. makasih... sy hanya butuh yang ini, ia mengacungkan tissue basah...
emmm
kok ibu baik sih..?! eh mbak Aurola..
*Hee kok namanya susah bu..?!

'Orang memanggil saya Rona...'
Aurona mencoba memudahkan.

oow.. Nome berterima kasih dengan caranya, tersenyum cengengesan...
Ia membungkuk2 tanda berterimakasih sambil mengacungkan gundukan kain di tangannya selagi berjalan mundur ke kamar mandi.

Guci di sudut hampir saja jatuh tersambar. untung saja ia cepat menyeimbangkannya.
Aurona yang biasanya tenang kini jantungnya sempat meningkat frekwensinya melihat guci kesayangannya limbung.





Aman. Kini gadis itu masuk kamar mandi.

Sambil melepaskan pakaian kotornya, Nome menerawang kembali....
Ia menerima kebaikan itu lagi2 dengan tak habis pikir.
Ia jadi mengingat pak petua ketika pertemuan kedua, setelah sebelumnya bertemu secara tak sengaja ketika Pak Petua membukakan pintu taxinya, yang juga pintu hidayahnya.

Wajah yang tak terlupakan itu kini menjadi guru spiritualnya.
Pak petua memang sering memberi kajian secara acak dan tergantung kondisi kesehatannya.
Ia hanya menghubungi asistennya, Aurona..
Lalu semua jemaahnya berkumpul untuk mendengarkan wejangannya.

Cerita dari kisah nyata yang menggugah diikuti dengan dalil yang menguatkan menjadikan apapun yang dikatakan Petua itu seperti pelajaran berharga dan bukan sekedar teori.
Nome mengenalinya kembali ketika seorang teman mengajaknya ikut kajian pak petua secara tak sengaja waktu perayaan tahun baru Hijriyah.

Sejak melihat kembali bapak idolanya,
Nome bertekad untuk intens mengikuti kajian ala Petua, atas informasi temannya.

Sambil mengingat kejadian-kejadian itu nome pun menyelesaikan salinan bajunya.
Baju yang dipinjamkan Aurona kini dipakainya... Ia mengepas depan cermin belakang pintu.
Cermin itu setinggi badannya.
Pintunya sendiri sangat tinggi.
Plafond yang selevel dua lantai rumah biasa itu peninggalan arsitektur belanda.
Kalau malam hari dan mati lampu bisa dipastikan Nome takkan mau masuk ruangan ini. Seram.
Untung lukisan tadi cakep..
Masih dipikir juga.. Mungkin orangnya sudah meninggal....
Trus kalau malam di lukisan itu ada darah keluar dari matanya ... Hiii
Nome yang kebanyakan nonton film horor ini berimajinasi sendiri dan berhasil ketakutan.
Spontan, Ia lalu cepat2 keluar dari kamar mandi.

Ehh tapi gimana penampilanku ya.. Belum kelar bercermin.
Sebelum dilihat bu Rona ia kembali masuk kamar mandi memastikan.
Menghasilkan bunyi pentu gedebag gedebuk...
Kalau masalah penampilan ia tak jadi takut apapun.

Sambil mematut-matut dan bolak balik depan kaca.
Hmm sepertinya kelonggaran 2 nomer.

Gede juga badan tuh bu Aurona... kayak pragawati saja tingginya... ia menebak.
Sambil memperbaiki jilbabnya yang tak juga simetris ia bernegosiasi dengan diri sendiri...

Tak apalah.

Baju yang tadi dipakainya sebelum keciprat mungkin agak terlampau ketat hingga Tuhan mengutus mobil truk untuk mengotorinya dengan lumpur sebelum masuk ke majelis.
Tobat.

Tumben Nome bisa berpikir positif.
baru saja sekali ikut pengajian. bagaimana kalau rutin yak.. hihi,
Nome tersenyum bangga skaligus senang bisa bertemu orang2 yang tepat di saat yang tepat.

Sambil tersenyum
ia keluar dari kamar mandi kedua kalinya...
dan tetap tersenyum.. kali ini dengan sedikit membeku..
Makhluk dalam potret di dinding bagai menjelma keluar dari bingkai lukisan yang sedari tadi di tatapnya namun belum menemukan jawaban.

Kini makhluk ghaib itu berdiri di hadapannya.. oh bukan....
Dia manusia saat ini dan nyata.
Nome menahan nafas.

Lelaki berkulit bersih dengan jejak cukur hijau di kulit dagunya itu pun heran menatap Nome.

Ada makhluk berbaju putih keluar dari kamar mandi rumahnya secara tak terduga.. Seorang gadis bingung yang tesenyum tanpa sebab.
Pakaian kelonggaran dengan kerudung mencong. Amburadul.
Siapa gerangan...

Mereka bertatapan aneh sekejap. dengan pikiran masing-masing.
Ya Tuhan... kalau saja tak mempesonakan
mungkin Nome sudah lari bagai melihat hantu lukisan.
Tapi ia membisu.
Apa ini malaikat yang Kau utus berikutnya pada saat yang tepat...?!
Batinnya.

Kaki Nome gemetaran.
Kini hatinya juga.
Ia mungkin jatuh cinta pada pandangan pertama.
...
Suasana hening beberapa saat
...
Gibry, sudah pulang...?
Mana anakmu...?!
Aurona mencairkan kebekuan itu

....,
Fin...

Read More......

Selasa, 29 Desember 2009

PETUA

Melewati berbagai dimensi manusia.. peristiwa, bangku sekolahnya adalah jalanan.
Tak mengenal waktu.
Ia tak pernah berhenti belajar dari setiap detik kejadian.
Asam garam dan merica sudah dicernanya di kehidupan yang bukan mulus.
Petualangannya dari daerah ke daerah, dari kota ke kota lain.
Berakhir di kota kelahirannya.
Ia katakan berakhir karena tak akan lama lagi usianya Akan berakhir menurut kalender dokter.
Ia mengidap penyakit kanker paru2 stadium 2.5
Sewaktu muda bukan hanya rokok, segala jenis cerutu sampai opium...
Tak ada filter.
Kini ia memetik hasilnya tanpa banyak bicara.
Jangan marah di muara kata orang.
Cukup ia habiskan masa tuanya di sini. Anak2 pun tak perlu tahu. Tak ingin operasi apapun... Ia lebih suka obat pahit.

Santai di pinggai jalan basah sehabis hujan ia menkonsumsi obatnya... ia suka bau tanah, bukan karena ia sudah bau tanah ... Tapi bau ini mengingatkannya pada masa2 ia dan sang istri hidup di rumah beralas tanahnya. Kalau hujan mereka jinjit banjir.
Melarat bahagia. Tak seperti sekarang, banyak fasilitas malah tak digunakan. Bahagia pastinya bukan dari materi, semua orang tahu tapi tak semua orang realisasikan.

Ia lebih suka begini ketimbang harus meringkuk d rumah sakit.
Hiburan di pangung jalanan menghiburnya jauh daripada nonton god father , film kesukaannya di HBO.
Terapi penyembuhan dengan menebar kebaikan.
Pun memberi pelajaran bagi yang membutuhkan.
Ia bukan malaikat selayak membukakan pintu taksi yang bagi gadis Nome* itu adalah hal yang biasa... ia tak menyadari kalau hal kecil itu tidak biasa bagi orang lain yng tak mengenalinya, kemudian bisa membuka pintu hidayah bagi sang Gadis.

Hal2 tersebut otomatis... melihat gadis sebaya anaknya ia rasanya ingin melindungi. Masih membayangkan episode lalu, Ponselnya berbunyi, dari dokter Levan.

'Ya nak Dok'
ia bahagia mendengar suara Dokternya

'Pak Petua, besok Check up ya..
Bapak lagi dmana ini..?!'

Ia dan dokter Levan saling memahami. Hanya pada dokter pribadinya ini ia terbuka. Karena ayah dokter Levan yang sudah meninggal mewariskan riwayat kesehatan pasiennya pada anaknya yang kebetulan berprofesi ahli yang sama.

Bahwa ia bersikeras tak ingin rawat inap, maka dokter Levan pun menyanggupi, dengan syarat bisa dihubungi setiap saat untuk pemeriksaan, dan tak lupa obat rutin harus dikonsumsi.
Dokter Levan sangat tekun menjaganya.
Sekaligus menjadi alaramnya. Dokterpun sudah menganggap Pak Petua sebagai pengganti ayahnya.

(Fin...

Lanjut aja deh:)






Petua kini batuk2...
Menemukan seberkas darah dari saputangan batuknya.
Menerawang nanar, tunggu aku istriku... hatinya.
Ia semakin mendekati garis finish.
Tak Ada lagi yang harus ia cari.
Anak anak wanita dan pria sukses, hanya satu yang gagal.
Mengikuti jejak mudanya jadi pemasok barang ilegal.
Relasinya seperti tak ingin membiarkan tradisi orang tuanya terputus maka ia lanjutkan ke sang anak , yang tak kalah cerdiknya.
Kali ini ilegal loging. Kayu gelondongan yang menghasilkan banyak rupiah bagi keluarga anaknya. Kini Foka jadi salah seorang mafia terkondang di kotanya.
Penjara mungkin akan mnjadi pelajaran baginya... dan ia sudah mnjalaninya 5 tahun. Sisa lima tahun lagi ia lepas.
Biarlah, itu balasannya... jangan simpan sampai akhirat.
Semoga masih ada kesempatan menebus salah.
Tapi ia sangat memaklumi anaknya.

Foka seperti aku dahulu pikirnya, Ia yang pernah mengecap jeruji penjara karena hal yang sama, hanya 5 bulan karena bukti tak cukup kuat..
Anaknya tetap tak secerdik dirinya.

Petua Muda tak menganggap menyelundupan itu adalah salah sebuah bentuk dosa. Ia menganggap pajak itu hanya ia yang berhak salurkan.
Maka seiring dengan penghasilannya yang melambung pesat, ia mengeluarkan 'pajak pribadinya' dengan membangun yayasan untuk anak asuh, yang hingga saat ini sudah memiliki ribuan anak asuh dari berbagai penjuru kota.

Ia adalah malaikat skaligus iblisnya.
Tokoh masyarakat sekaligus penjahatnya.
Ia selalu bertindak sendiri, ia tak rela pajaknya buat negara hanya berakhir di kantong para koruptor. Ia masih sangat tidak yakin dengan sistim di negaranya.

Ia tak suka dikekang peraturan namun ahli dalam negosiasi.
Untuk kasusnya ini ia berhasil mengetahui segelintir oknum peradilan yang menyelewengkan wewenang. Dengan cara pancingan harta. Suap...banyak yang terpancing namun tak sedikit yang memanfaatkannya.

Akibatnya penjara berlanjut 15 tahun kemudian, karena tuduhan membunuh beberapa mafia peradilan yang terus memerasnya... awalnya hanya 1, namun jiwa tamak mengembangkan itu pada rekan sejawatnya dengan rangkaian penyelewengan bukti yang harus disumbat mulutnya, hingga menjadi lima orang. Tiga orang tewas oleh kaki tangan Petua. Tanpa jejak. Namun yang 2 orang lainnya nya tak berani lagi menyentuh Petua mengetahui itu secara menakutkan.

Tapi anak buahnya yang tak setia membocorkan rahasia kerajaan bisnisnya dengan segala intriknya. Pun telah mati tereksekusi oleh rekan sejawatnya sendiri yang masih setia pada sang Petua. Salah seorang kaki tangan setia sampai saat ini. Dongga, lelaki yang sudah ia anggap anaknya sendiri.

Menurut Petua untuk kasus pembunuhan ini hal yang berbeda... orang itu tetap pantas untuk mati dalam pikirannya.
Maka iapun siap dipenjara dengan asumsi dosanya lepas di dunia.
Ia protes pada Tuhan mengapa makhluk seperti itu lebih banyak berkeliaran di dunia. Harus dihabiskan. Parasit munafik.
Namun ia akhirnya sadar, bukan haknya menghapuskan nyawa seseorang. Ia bertobat di dalam penjara.
sekolah yang cukup panjang dan berharga. periode dimana ia kehilangan kebebasan, keluarga, ditinggalkan istri untu selamanya. ia terpurik dalam kegelapan. belajar dari hal itu maka
anak dan istri korbannya disantuni oleh pihak ketiga utusannya.

Kesetiaan seorang satria dalam dirinya menjadikan ia bersedia menjadi tameng untuk pekerjaan kotor anak buahnya.
Resiko jadi pemimpin. Dikatakan pekerjaan kotor karena pembunuhan yang tak terencana baik itu meninggalkan seribu jejak yang berakhir padanya.

Namun pemerasan juga salah satu kejahatan yang lebih kejam dari pembunuhan. Petua paling benci manusia oportunis. Dan matilah kau hai penghianat.

Penjara itu pula yg membuat istrinya yang walau bergelimang harta tak habis 5 turunan hasil kerja suaminya sebelum terjerat pasal pidana itu menjadi sakit-sakitan. Ia wanita rapuh yang tak mengerti persoalan tahu- tahu sang suami sudah dalam penjara.

Setelah sang Istri pergi mendahului.
Tak Ada wanita lain di hatinya. Padahal jika ia ingin tak ada yang menghalangi. Banyak pilihan sejak 20 tahun lalu. Namun Petua muda tak ingin mengganti apa yang sudah ia perjuangkan. Cintanya suci.
Anak wanitanya yang secerewet Tim investigasi menyumbat telinganya dengan wejangan dibiarkannya saja.

'Papa mengapa tak menikah saja dengan tante Aurona. Ia baik kok, dan kami setuju....'
Aurona,. Asisten pribadinya. Wanita cantik separuh baya mantan model, yang setia pada perusahaanpun pada sang Petua. Ia menyanjung hingga tak menyisakan lelaki lain di hatinya. pengabdian bercampur cinta untuk sang Petua. ia terima walau hanya melayani hidup orang yang dicintanya. Petua tak bergeming, dan semakin menambah kekagumannya pada sang Ketua, Pak Petua, GodFathernya.

Petua tua menghela nafas. Bukannya ia menutup mata ada wanita yang begitu menghormati dan mencintainya.
Andai mereka tahu bagaimana besar cintanya pada sang istri, pasti tak akan berpikiran sedangkal itu.
Petua menerawang kembali ke 37 tahun lalu
.....

FIN

Read More......

Selasa, 22 Desember 2009

zety

Zety

Ada tokoh tamu nih di #paradeparashit

Ingat berapa geramnya Gemma pada Zety, sang sekertaris..?!
Lalu mengapa sampai segitunya ya.
Ditelepon kok ga diangkat. Di SMS tak Ada alasan. Hanya maaf.
Let's check it out.
Ada apa dengan Gadis ini.
--------

Di tengah kegindahanny mendapat SP2 Dari sang bos, Gemma...
Harusnya Zety bahagia.
Ada yang begitu mencintainya, perhatian, sayang, dan serius ingin
menikahinya.... Wanita mana yang tak bahagia.
Iya itu kalau normal. Potong batinnya. Hanya lelaki idaman itu milik
seseorang.
Ia dilamar untuk jadi istri kedua!

Itu yang membuatnya resah.
Ia adalah gadis yang tergolong normal Dan lurus. TK, SD, SMP, kuliah
di universitas. Tak Ada kejuruan spesialisasi yang membingungkan.
Ia Flat, regular woman, tak lebih, tak berobsesi banyak, tak suka
memacu adrenalin, mengambil resiko. Hanya ingin hidup bahagia dengan
rutinitas dengan keluarga Dan sahabat2nya.. Hidupnya sangat ordinary
girl, sampai hadirlah sosok yang begitu mengganggu itu.

Ia sangat mengganggu karena merasuk sampai ke ulu hatinya. Lebih parah
Dari sakit maagh. Ia jatuh hati pada lelaki yang salah.

Awalnya ia hanya menganggap teman. Akrab. Curhat. Lama kelamaan sang
"sahabat" punya perasaan khusus.
Ia pun tak pungkiri, lelaki ini sungguh menarik. Mengapa lelaki
menikah ini lebih menarik dari lelaki bujangan yang berlalu di
hatinya...pikirnya. Apa ia begitu lugu akan rayuannya, atau memang
auranya terpancar oleh cincin kawinnya...

Ia kadang menganggap hal ini hanyalah godaan sesaat. Setengah iseng.
Namun terjebak. Tak enak menjadi wanita perusak rumah tangga orang.
Namun alasan Levan, the married man ini sangat relevan. Zety katanya
bukan perusak. Malah pelengkap kebahagiaan.
Levan toh bukan ingin pacaran. Ia ingin meresmikan menjadi lembaga
yang diridhoi Tuhannya.
Apa yang salah dari poligami dibanding perselingkuhan.....?

Haduhh penganut system poligami rupanya. Zety tak paham banyak masalah
ini. Yang ia tahu, dalam agamanya diperbolehkan istri lebih dari satu.
Halal dan bersyarat. Syaratnya itu yang berat. Emang cinta bisa
adil..?! Materi pasti bisa. Namun wanita bukan lah tempat penumpukan
materi hasil nafkah suami. Mereka bisa hidup dengan hanya oksigen di
bumi. Asal Ada cinta.. Dan hermes. Oke stop it.

'Apa kamu tak bahagia sama istri kamu Van?!'
Bahagia, tapi lebih bahagia lagi kalau Zety mau menerima pinanganku.
Istriku Akan mendapat surganya karena mengijinkanku.

Dasar egois.

Aku hanya menempatkan diri di posisi istri kamu Levan. Kalau aku yang
jadi dia, aku pasti positif Dan yakin tak Akan bersedia suamiku punya
istri kedua. Paham..?! Ia berdiplomasi.

Iya Zety, makanya kamu jadi yang kedua,.. Jawab Levan santai. Hal yang
disukai zety darinya, manusia ini setengah cuek tapi sangat romantis.

Dan untung saja istriku tak sebegitu kamu. Cukup adil kan. Ia termasuk
wanita berhati mulia, hanya ingin melihatku bahagia, kalau denganmu
aku bahagia, maka pasti ia setuju.
Itu ia katakan di awal pernikahan kami. Katanya, suami itu jangan
diletakkan dalam hati, cukup di sisi hati. Jadi kelak lepas, tak ada
hati yang luka, karena semua milikNya. Aku mencintainya. Sangat. Dan
tak mengurangi cintaku padamu. Paham...?!

Aneh tapi nyata.
Zety sukses cemburu.
Mengapa harus cemburu....?!
Iya...
Zetila marah di tengah kebingungannya. Ia kepalang telah jatuh hati.
Pada sosok mempesona ini.
Namun hati nuraninya menolak. Tidak boleh. Tidak mungkin. Ia bukan
tipe seperti itu.

Tidak tidak tidaak. Rasanya ia ingin pergi menjauh Dari semua ini.
Telepon di meja kantorya bunyi terus, terlihat dari Bosnya. Namun ia
sangat kerepotan dengan gundahnya. Sedang bernegosiasi dengan sang
Arjuna di handponenya yang juga sedari tadi bernada sela... Ia sedang
meminta Levan untuk tidak mendesaknya dengan jawaban. Untuk tidak
memunculkan batang hidungnya sekarang juga.

Suaranya pun sedang serak. Pekerjaannya setengah berantakan. Tak
konsentrasi. Ingin cutipun bukan saat tepat.
Semalam ia menangisi dirinya. Ia hampir membenci diri sendiri karena
membiarkan semua ini terjadi. Tak pernah ia bayangkan.
Ia berantakan. Tak profesional. Dan ia hampir frustasi karena perasaan
bersalahnya. Tak Ada yang lebih buruk Dari rasa bersalah. Pada ibunya.
Pada bosnya. Pads istri Levan. Dan pada dirinya sendiri. Untung ia
punya agama sebagai manual book. Kalau tidak mungkin Akan tergoda
minum racun tikus saja.

Mengapa kau harus merasa bersalah... Zetyla, kamu tau gak, lelaki itu
selalu ingin lebih...?!
Tak cukup hanya satu..?!
Kamu percaya kalau dalam hati mereka yang sudah berumah tangga tak Ada
yang lain...?!





Kamu Aja Kali, ia menangkis.

Iya mungkin hanya saya yang berani jujur, yang lain main kucing-
kucingan. Kamu suka yang mana..?!
Resmi atau black Market..?!

Zety tak berkutik. Dalam Hal ini Levan hampir benar. Kepolosan jawaban
Levan yang terkadang keterlaluan emang banyak benarnya.. Zaty
membenarkan dalam hati. Terlalu banyak ia saksikan perselingkuhan yang
nyata. Namun seakan semua menutup mata. Ada yang malahan tak keberatan
suaminya selingkuh, asal jangan menikah. Yang artinya rejekinya dengan
resmi terpecah.

Ia cukup kagum lada sosok Levan... Yang terlampau memaknai kejujuran
dengan berkata terbuka. Apa adanya.
Ia santai dengan hidupnya.

Lalu kalau aku jadi yang kedua apa tak Ada yang ke tiga dan
seterusnya..?! Zety mengetes.
Bagiku kau terakhir. Serius. Kamu punya Tuhan kan. Ia yang mengatur,
bukan aku. Untuk saat ini itu yang Ada di kepalaku.

Zety, jujur... fisikly, bukan itu yang aku inginkan darimu. Toh aku
punya istri yang juga cantik.
Aku butuh kamu. Jiwa polosmu. Kelabilanmu. Pikiranmu. Hatimu. Kau
adalah sahabat hatiku. Berbicara denganmu sangat terasa nyaman.
Mimilikimu, aku jadi merasa demikian berarti. Kau butuh aku, dan
sebaliknya. Kau mengerti aku. Impian2ku, suatu saat aku jadi orang
besar, aku ingin kau ada untuk kupersembahkan.

Zety melambung... Namun cukup terhina secara terhormat. Fisiknya
mungkin tak
Menarik untuk jadi alasan..?! Ia bercermin. Melihat wajah yang standar
sekertaris. Cantik Aja kok... Ia sedikit tersinggung.

Aku hanya ingin mnjauhkan kita Dari fitnah Zet. Kamu paham..?!
Aku beritikad baik dengan melamarmu secara terbuka. Kau ingin
mengundang orang banyak boleh. Kita umumkan Pada dunia, kau adalah
cintaku Dan aku menghargaimu.. Sebagai wanitaku.
Jangan lihat kamu yang ke berapa, tapi kamu sebagai wanita berharga
yang ikhlas berbagi..

Ohh god... Tak adil.
Iapun meminta petunjuk sang pemilik segala pilihan acak.
Segala Cara ia tempuh untuk melinakkan hatinya yang sedang tak netral.
Kata pepatah, cinta tak harus memiliki. Cinta tulus itu bahagia lihat
dia bahagia. Puncak tertinggi. Namun ia tak sampai tahap itu. Masih
lebih ke cara manual, menghindar, menghindar, Dan menghindar.
Namun sadar itu bukan Cara yang bijak.
Karena selain menguras tenaga, ia pun Kian mbohongi hati kecilnya.
Tersiksa karena rindu.
Cinta oh cinta.
Mengapa hinggap pada orang yang salah, di waktu yang salah.
Tak Ada yang salah. Hanya sikapnya yang salah.

Keputusan tetap di tangannya.
Di tengah hayalannya di ruang kerjanya, Gemma sang bos di hadapannya
bertolak pinggang.

Nona Zetila. Saya tak tahu masalah anda apa... Dan sayapun merasa sy
tak harus tahu.
Yang kamu harus tahu, bahwa hidup itu bukan terpusat pada dirimu. Di
luar Sana klien dan supplier memacu dengan waktu. Sepertinya bukan
tempatmu di sini. Pijakan waktunya berbeda. Kamu butuh ruang berbeda.
Semua ini pelajaran, Zet. Sy terlihat kejam saat ini mungkin besok
Akan jadi guru bagi pengalaman pahitmu.
Maaf.

Tiga rekanan bisnis kita lepas oleh ketidakbecusan kamu menghandle
mereka. Hanya koordinasi yang saya butuh Zety. Itu yang tak kau miliki.

Kamu boleh berhenti. Ini Sp3.
Pesangon bisa kamu ambil segera setelah barangmu kau kumpulkan.

Maaf bu.
Zety tak komplen atau meminta diberi kesempatan. Ia sangat tahu diri.

Kini beberapa hari setelah sp2 yang ia terima. Zety masih berkutat
pada masalah yang sama. Ketidakbecusan yang sama.
Padahal ia sudah mengirim Email putus pada sang kekasih hati baru
saja, dengan pertimbangan ingin serius kerja.
Menjadi profesional di bidangnya. Dan lain2 karangan bebas semata.
Basa dan basi. Pokoknya ambil keputusan. Jangan gantung.

Apa daya, nasibnya kelihatannya sedang tak memihak.
Ia lepas cintanya. Bersamaan ia dilepas kerjanya.sP 3
Zety mengumpulkan barang dalam keadaan hampir hancur. Air matanya
jatuh dua butir dan yang lainnya tertahan ... Mereka menetesi meja
terakhirnya.

Kini semua lepas.

Nyaris putus asa. Butiran air mata ketiga akhirnya jatuh juga.
Tesh... Dalam adegan slow motion. Keadaan sedih sedikit lebay ini
semakin diperparah oleh lagu afgan dari mp3nya.
Bukan cinta biasa.

Ada setitik penyesalan mengapa terlalu gegabah dengan mengirimkan
email pada Levan. Toh kalau bisa bicara baik2 mungkin Levan Dan dia
bisa mencapai kesepakatan yang tak menyakitkan dan sepihak.

Saat ini orang yang paling ingin ditemuinya hanya Levan. Ia yang
begitu mengerti isi hati, karakter, celah, dan keinginan Zaty. Ia
pasrah dan patah hati.
Betul-betul bukan cinta biasa...

Di balik pintu, Levan mengintip sosok rapuh dan dicintainya itu dengan
tatapan dalam... Menggenggam sekotak cincin 2 gram di tangan. Ia Akan
melamar secara simbolis.. Harus diakhiri pertikaian hati Zety. Ia yang
Akan mengambil keputusan Kali ini.
Oh iya, Ia belum menerima emailnya..
....
Fin

--- kira 2 apa ya isi email zety..?!---

Pilih sendiri petualanganmu...


Read More......

Senin, 21 Desember 2009

gemma

#paradeparashit sequel
after nome, podinga, loyanda, taniar
and now:

GEMMA

Yatim Piatu...
Ayahx sdh meninggal, waktu ia kelas 1 SD.
kecelakaan kereta.
Ia Dan ibu selamat.
Tapi ibunya meninggal 3 tahun
kemudian... Sakit.

Dibesarkan oleh adik ayah, adik ibu, Kakak 2 orang.
Semua anak laki2.
Dan semua Satu rumah.
Well anak wanita Dan bungsu. Harusnya manis, Dan manja. Tapi
pergaulan dengan kakak dan om nya yang hampir sebaya membuatnya
sedikit maskulin.
2 kali jatuh dari pohon kelapa... 4 kali dari motor, 10 kali berkelahi
di sekolah.
Didikan kakaknya yang ala militerpun tak pernah membiarkannya menangis.
Selesaikan masalah sendiri. Bertanggungjawab atas apapun akibat.
Itu membuatnya menjadi Gadis tak cengeng.
Ia kurang ekspresif dalam hal emosional. Lebih suka bicara langsung,
diam dengan tatapan sinis, atau langsung ke Point.
Tonjok.
Belum pernah tarik2an rambut dengan teman wanita
Karena selain menganggap wanita selainnya lemah dan tak pantas jadi
lawannya, ia pun tak pernah punya cukup rambut untuk digenggam,
apalagi ditarik.

Gemma

Matanya berkelopak tipis, ia menonton Tivi dengan cara menyamping,
seperti melirik melecehkan. Senyum segaris... Tak simetris. Sinis. Tak
Ada keramahan sama sekali pada ekspresi wajah. Mungkin pengaruh trauma
masa kecil. Rasa sedih yang mengendap ditinggalkan oleh kedua orang
tua dalam tempo yang hampir bersamaan dikala ia butuh.
Sangat sedikit yang bisa membuatnya tersenyum.
Maka ketika ia senyum, kakaknya menganggap lebih cantik dari Lady
Dy... Barang langka memang selalu istimewa.

Ia kini mengemudikan mobilnya dengan tenang. Dalam hal mengemudikan
kendaraan ia termasuk yang tak terburu2, apalagi kalau tak ada yang
begitu penting. Sikap disiplin membiasakannya mengatur waktu dengan
baik. Kecuali ada emergency ia adalah pembalap yang ulung. *Seperti
memburu podinga kemarin*
Hanya ia terlalu mencintai kakak lelakinya untuk melihatnya khawatir
adik wanita satu2nya ikut pertandingan balapan mobil.
Iapun sering tak habis pikir melihat orang balap2an menuju tempat
tujuan.
Mungkin Nome* kemarin kebelet kali.. Pikirnya.
Mengenai waktu, gemma sangat tepat waktu dan disiplin, maka semua
waktu diperhitungkan . Tak perlu ada yang tergesa2...
Okay thats Gemma.

setelah urusan 'bengkel hijau' selesai
kini saatnya Gemma membesuk sang pencopet skaligus korban kecelakaan
akibat hukum kelembaman Newton. 'kau balap kau rem kau tanggung
akibatnya'

Di mana ya dia..?! eh namanya kemaren sy daftar NN. Lelaki
berperawakan sedang wajah memelas dengan tatto ikan di tangan kanan
dan kucing di tangan kiri. entah apa maksutnya.
mungkin ketika tangan kanan dapat ikan, tangan kiri memburu.. err
dasar copet, tangan juga lincah...
Ia sengaja tak melaporkan ke yang berwajib. Masalah pasti bertambah
larut. Dan ia tak suka masalah berlarut2, maka ia berinisiatip
menyelesaikan sendiri. yang penting ia tak melarikan diri dari masalah.

Sus numpang tanya, pasien yg kmrn sy jaminkan kok gak ada d ruanganx
ya apa sudah pulang?!

oh iya mbak yg kmrn ya, tunggu sy tanyakan dokter jaganya ya...
sembari menunggu, Gemma menelepon kantornya berkoordinasi. Ia salah
seorang manager keuangan spesialisasi bagian perpajakan dan penagihan
di kantornya.
Namun pekerjaan tidak membelenggunya di blkg meja.
ia toh tak harus ada d tempat agar semua pekerjaan lancar. apa gunanya
alat komunikasi. Telepon, email, fax dan eBanking. Semua mudah.
yang bilang koordinasi itu semudah mengucapkan sesulit dilaksanakan
mungkin menganggap koordinasi itu face to face dalam ruangan ber AC
dilengkapi moderator dan notulen. gitu aja kok repot.
Apa susahnya koordinasi ?
Sambil mengetukkan jari, ia menunggu jawaban. Sekilas ia cantik bila
sedang diam. Gemma wanita maskulin ini berpenampilan sangat simpel.
Rambutnya yang pendek praktis, namun fresh. Dengan jaket kulit dan
celana jeans serta sepatu setengah boot. Tipikal.

Tak ada tas wanita. Ia hanya bawa dompet, dan kacamata menggantung di
dada.

Aduh, sekertarisnya ini kerjanya apaa sih telepon kok gak diangkat..
sekali.. dua kali .. okey mungkin memang koorninasi sulit jikalau
faktor x nya terlalu dominan, tunggu sampai keempat, awas kalau sy
sampai kantor. kali ini ia memutar handpone Zety, sang sekertaris ...
astagaaaa nih anak ngapain sihhh, buang aja tuh hp ke laut. Gemma
mengumpat dalam hati. Ia sudah berpikir buang di pantai mana kalu
sampai melihat handpon Zety.
Okay! Koordinasi emang sulit!
Kalau gini mending SMS!

'bu, ini dokter jaganya..'
suster tiba2 ada dihadapannya...
bukan ngesot, ia memang dari tadi dsitu menatap gemma dari telepon
pertama menunggu ia bicara tapi tak kunjung tiba, maka mending disela.
sepertinya ia sudah hampir membanting teleponnya. harus diselamatkan
sebelum itu terjadi.

dokter Loyanda yang sedari tadi di sampingnya tak kalah sibuk dengan
gadgetnya. sejak menggenggam benda 'terkutuk' itu, dokter ini seperti
suka senyum sendiri. katanya Bbman. apasih. kirain Bbm dah naik...?!
suster mind.

oh iya, saya Loyanda, dokter jaganya mbak ini temannya Mado'!!
(baca:podinga)

Mado?! oh namanya Mado? dimana skr?! baik2 saja?! kapan bisa keluar...?



"sudah keluar mbak"

kapan?

baru aja tadi pagi

kok Sus ngga bilang,?! sy kan ninggalin kartu nama. Gemma beralih ke
suster.
Dr. Loyanda kembali ke 'aktifitas'x...

'wahh itu dia bu, handponnya sy hubungi gak aktif wkt itu,, terus sy
tlpon kantor, ga diangkat. (awas ya zety, Gemma mind)
Suster menambahi lagi...
'Eeh sy tlp rumah, eh yang angkat bahasa jawa. Saya nda ngerti mbak.
Sy orang sulawesi kasian.
Lagian orangnya ngotot pulang bu. sy catet kok telponnya. ini.
ia memberi secarik kertas pada Gemma.
hmm ... ia pun mencoba mhubungi

Nada sambung

'Halo slamat siang'

Siang, Pak Madonya ada?!
Maaf apa itu?
Pak Mado, siapa Pak bukan apa.. Dia manusia.
Apa? Ohh maksud saya siapa itu?

Katanya ini nomer telepon yg bisa dhubungi?!
Oh salah sambung kali mbak, kccuali mbak mau memesan air pasti gak
salah deh..
Awuak, air mineral asli dari pegunungan. Bisa di pesan antar. Tiba
sejekap!
Ting!

Gemma tertegun. Teepu.
Ia seperti Baru membaca tulisan itu, benar saja, galon di samping Meja
administrasi bermerek awuaK lengkap dgn alamat dan nomer telepon.

Hmm suster ini, bisa aja dibegoin Mado'. Nomer yang dicaplok mado
waktu diminta jejaknya masa gak hapal sih. Ini kan sehari2 ditelpon sm
Rumah sakit ini untuk memenuhi kebutuhan air dalam otak! Jarang minum
nih suster otakx buntu ... Gemma beranalis jengkels.

Ia menutup teleponnya sambil menatap tajam pada suster jaga.

'Dapat Pak Madonya?!' Suster yang ramah sangat.

Iya dapat... Tapi berair!
Dijawab ketus berlalu.

Gemma pergi dilepas tatapan heran suster. Semakin aneh aja orang jaman
sekarang...
Suster menggeleng-geleng sambil jln ke arah dispenser mengambil air
minum. Eh habis nih, telepon air galon ah. Ia memencet 'nomor telepon
itu,

Sampainya di meja.. eh siapa yang nyatet nih di kertas? Ia mendapati
'nomor yang baru saja dihapalkannya ada pada secarik kertas tadi di
pinggir mejanya.

Ehh ini kok nomer telepon Mado?!
Waah berarti dia yang punya pabrik Galon ini..?! Huaaa ini kabar
gembira buat Nona tadi. Tunggu saja saya kabari.... Rupanya pasien
yang terlihat miskin dan papa itu pemilik perusahaan besar... Kayak di
telenovela. Hmm mengapa aku tak berkenalan lebih jauh yaa.. Suster
itu mulai menerawang ngawur.

Dalam perjalanan pulang Gemma sudah melupakan misinya menemui sang
pencopet. Setidaknya hutangnya sudah terbayar. Bukan tanggungannya
lagi , siapa suruh menghilang.
Ia pun sudah melupakan suster ngesot itu. Otaknya bekerja beta...

SMS balasan Dari sekertarisnya bunyi.
Maaf bu Gemma baru balas. *tak Ada alasan, hanya maaf* okay lebih
masuk akal.
Ini status yang ditanyakan.
Penagihan yang terakhir invoicenya sudah masuk bulan lalu, tapi sampai
sekarang blm jg ada realisasi.

Hmm, pekerjaan sampinganku mulai berlaku kalau gini. Di kantornya,
bisa dibilang semua pekerjaan fleksibel, lintas divisi. Sesaat kau
jadi manajer keuangan, namun saat lain kaupun bisa jadi pembuat
kopi... Tak masalah. Yang penting pekerjaan inti tak terbengkalai.

Saat ini ia pun menjadi debt collector.
Bukan pengihan secara administratif. Kali ini agresif.
Pekerjaan lain tertunda karena tagihan semua terlambat. Ia harus
mengambil keputusan.

Ia belok menuju sasaran berikut.
Masuk lobi. Menatap resepsionis.

Sy mau ketemu bos kamu.

Sudah bikin janji bu?

Bilang, saya sudah bikin invoice, dia yang bikin janji!

Sekertaris itu tampak paham.
Penagih! Ia sudah punya ruang khusus penagih, yaitu di samping wc,
biar mereka tak betah berlama2.

'Silakan menunggu di ruang sebelah Ibu, saya panggilkan bapak.'
Gemma paham betul ada atmosfir menghindar.

'Tidak. Saya disini.'

'Ibu silakan duduk.'
Sabarnya.

'Telepon sekarang, atau saya naik.'
Suara gemma yang tenang lebih bernada mengancam.

Andai bisa mengamalkan ban hitamnya.... buat para penunggak ini, tapi
ini bukan jalan umum.
Bisa2 babak belur ia keluar kantor. Cukup mengintimidasi lewat bahasa
tubuh.

Baiklah.
Sang sekertaris menelepon ke atas dengan bahasa sandi yang kira2
artinya.
'Bapak kalau turun lewat tangga putar di belakang, ada tukang tagih
menanti di meja saya.'
Karena keseringan ditagih maka bahasa sandi itu cukup mengatakan ..
'Bapak, ada yang cari. Dari PT Tak Dinanti'
Suaranya kecil.

Setelah bicara burung, ia menoleh ke arah Gemma.
Maaf bapak tak di tempat. Ia ada miting sampai 2 jam kemuadian. Ibu
silakan tunggu di ruang samping jika berkenan.

Gemma sudah akan melancarkan serangan pertamanya, namun tertahan oleh
getaran vibrate telepon genggamnya di pantat belakangx.
Haduh, geli...sialan lolos kamu
Halo?!
Ibuu gemma wiza?!
*sy juga Baru tahu nama lengkapky*

Iya siapa ya?!

Ibu ini Poren...

Siapa lagi ini..?!

'Suster.... Yang tadi di rumah sakit
Ibu.... Ternyata bapak yang Ibu jaminkan itu, pak Mado... pemilik
perusahaan Air mineral bu... Bukankah tadi Ibu meneleponnnya..?!

Hoalah... Masih dibahas juga..
Gemma sudah akan mematikan hpnya namun suster ngobrol terus...

Ibu sudah bicara padanya..?! Apa katanya bu..
Wuaah ternyata dunia sangat sempit. Dia di rawat di tempat biasa dia
suplai air. Kalau nanti airnya datang, sy akan menanyakan dimana Pak
Mado si bos sekarang..
Oke bu?!
Oh iya kenapa tadi ibu ga bicara panjang ya sama Pak Mado, kata yang
terima telepon, Pak Mado lagi keluar Kota. Bener bu..,?!
Selain dibegoin Mado, Kali ini dibegoin tukang angkat Galon...
Oh la la Suster Poren.

Cerocosan si suster semakin kecil di kepalanya. Betul2 bukan saat yang
tepat....
Kepalanya tambah pusing.

Gemma dari tadi sudah gemas pada makhluk rempong itu,...

'Nona Poren saya ga peduli mado itu tukang galon ato perampok ya..
Cukup..?!'

Oke dok... Emm saya mau minta tolong... Kalau ketemu.. Titip salam ya.

Apa lagi ini,.... saya jadi mak comblang..!!?

'Sus Poren yang cantik, maaf saya lagi sibuk!!'

Gemma rasanya ingin melampiaskan kesebalannya yang berturut-turut...
pada resepsionis di hadapannya.. pada suster yang rumpi dan sedikit
telmi itu, pada Mado yang meninggalkan jejak penasaran, Dan pada Zety
sekertarisnya yang hampir lagi ia pecat ...

Kekesalan bersenyawa di kepala dinginnya... Dari energi potensial ke
kinetik.
Terbawa emosi kini secara naluriah ia memukul meja di hadapannya.
Karena mejanya Kayu kosong maka bunyinya cukup lebay...
Gubrak!!
Semua Mata memandang.

Sang resepsionis kaget...
Tak menyangka mendapati reaksi macam itu, kini ia ketakutan menatap
ekspresi Gemma yang kepalang gemas.

'Ba ba bbaaik bu, saya panggilkan bos saya....'

Tagihannya cair setengah jam kemudian.
Kini Gemma bisa tersenyum.
Cantik...

Fin

Read More......

tuker link